Senin, 30 Oktober 2017

Penegasan Cita Diri

Penegasan Cita Diri
Banyak orang yang mengatakan bahwa pendidikan itu penting. Sehingga banyak pula yang melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang tertinggi yaitu jenjang perkuliahan. Sebenarnya apa ya kuliah itu? Apakah segala jurusan yang ada di perkuliahan itu memiliki minat yang tinggi dari pelajar yang akan mendaftar ke perkuliahan? Apakah mereka benar-benar tahu mengenai jurusan yang akan diambilnya nanti pada saat masuk dalam perkuliahan? Apakah jurusan itu adalah berdasarkan apa yang mereka inginkan? Serta, apakah kemampuan dan potensi diri dapat digali meskipun seseorang sebelumnya belum mengerti sama sekali tentang jurusan yang dipilihnya?
Dilansir dari Okezone news pada tanggal 25 februari 2014, ternyata menurut educational psychologist dari integrity Development Flexibelity (IDF) Irene Guntur, M. Psi., CGA, mengatakan bahwa sebanyak 87% mahasiswa Indonesia salah jurusan di dunia perkuliahan. Hal itu baru disadari ketika mahasiswa menginjak semester dua atau tiga bahkan ketika sebelum masuk perkuliahan. Beberapa siswa yang merasa salah jurusan merasa bahwa hal tersebut terjadi karena ingin menuruti keinginan orang tuanya atau melihat prospek kerja yang diidam-idamkannya. Mereka memilih dan masuk ke jurusan tersebut tanpa melihat minat, potensi, dan bakat yang ada dalam dirinya.   Lalu bagaimana nantinya penerus generasi bangsa ini bila pemuda-pemuda yang dimiliki berkualitas biasa-biasa saja. Banyak orang mengatakan bahwa sarjana adalah penyelesai masalah dalam bangsanya. Lalu bagaimana dengan pemuda-pemuda yang dimiliki oleh negara ini bila mahasiswanya saja tidak mengetahui dan mengorbankan passion dan talentanya sendiri. Hal ini sangat miris bila direnungkan.
Seharusnya sebelum seorang pelajar memilih jurusannya pada jenjang pendidikan yang selanjutnya, pelajar tersebut harus mengetahui dengan benar dan detail jurusan apa yang akan pilih olehnya nanti. Kemudian, pelajar tersebut harus mengetahui apa keinginannya dan bakat atau kelebihan dan kemampuan yang dimiliki dari dalam dirinya. Meskipun begitu, saran dan masukan dari orang tua dan guru juga penting untuk mengarahkan pelajar tersebut sehingga nantinya pelajar tersebut dapat memilih apa yang sesuai untuk dirinya.
Dalam dunia perkuliahan pun, seseorang masih mengalami proses  pencarian pengetahuan disertai dengan eksplorasinya baik secara langsung atau tidak langsung. Misalnya secara langsung adalah ketika seseorang berada dalam bangku perkuliahan dan mendapatkan materi untuk belajar serta berproses dalam bidang akademik tersebut.  Kemudian proses yang berjalan secara tidak langsung adalah ketika seorang mahasiswa mengikuti organisasi atau UKM yang mengharuskan seseorang tersebut disibukkan dengan hal non akademik. Namun dengan adanya organisasi atau UKM atau komunitas, seseorang secara tidak langsung telah memanifestasikan proses eksplorasinya dalam rangka mempertegas cita-cita yang telah direncanakannya.
Sebenarnya bukan hanya seorang pelajar yang mempunyai cita-cita. Namun setiap manusia pasti mempunyai cita-cita atau rencana yang ingin dicapainya. Tapi tetap saja tidak semua orang dapat menata pola pikir dan mengendalikan dirinya sendiri dalam rangka mencapai tujuannya tersebut. Padahal bila dicermati, orang yang sesungguhnya paling mempunyai wewenang untuk menentukan pilihan hidupnya adalah orang itu sendiri. seseorang dapat bebas bereksplorasi baik potensi yang dimiliki, minat dan bakat yang diinginkan, serta cita-cita yang akan dicapai.  Eksplorasi cita diri dapat diekspresikan dimulai dengan hal-hal kecil yang ada di sekitar manusia sendiri. misalnya dengan mencari penyelesaian dari permasalahan hidup sehari-hari untuk melatih kebijaksanaan dalam diri. Kemudian seseorang dapat menambah pengalamannya ketika bersosialisasi dengan banyak orang untuk melatih sikap sosialnya terhadap sesama. Selain itu, sikap membaur atau terjun kepada masyarakat juga dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari sebagai ekspresi seseorang dalam mengeksplorasi  apa yang ingin dicapainya.
Dalam membentuk pola pikir dan pribadi yang terkendali, seseorang haruslah dapat mengaktualisasikan dirinya menjadi seorang yang taat dan disiplin terhadap peraturan dan kebiasaan yang benar, serta harus memiliki prinsip yang teguh pendirian. Dengan membiasakan diri bersikap baik dan benar, maka seseorang secara tidak langsung sedikit demi sedikit dapat mencapai cita-citanya. Kalaupun apa yang telah dilaluinya tidak sesuai dengan apa yang telah diinginkannya, namun kebiasaan baik akan menuntunnya menuju hidup yang lebih baik pula. Bahkan lebih baik dari apa yang dia inginkan.
Sehingga tidak baik bila mengorbankan passion dan keinginan untuk memenuhi keinginan lain yang belum jelas dapat dilalui atau tidak, sebelum semuanya terlambat. Mengekspresikan proses bereksplorasi terhadap cita-cita yang telah direncanakan adalah suatu hal yang penting karena tanpa dimanifestasikan secara tegas maka cita diri tidak dapat dicapai.
Dengan adanya ekspresi diri untuk eksplorasi cita diri menggunakan pola pikir yang baik dan perbaikan sikap serta perilaku yang ada pada diri seseorang, maka manusia dapat memanifestasikan penegasan kepada diri sendiri apakah cita diri sesuai dengan potensi serta kemampuan apa yang ada dalam dirinya. Selain itu dukungan dari banyak orang-orang terdekat di sekitarnya dan arahan yang tepat juga sangat penting dan ikut andil dalam proses menuju masa depan entah itu masa depan yang diinginkan, masa depan yang diharapkan, atau masa depan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Biodata Penulis
Nama : Norma Sarah Pujasari
Kelas : PB 2016
NIM : 16020074041
Nama Fb : Norma Sarah
Alamat : Sidayu, Gresik
Email : noermasara@gmail.com
Nomer Hp : 085706730631

Tidak ada komentar: